Wednesday, June 5, 2013

Asma' binti Abu bakar Ash-shiddiq



Asma’ binti Abu Bakar Ash-Shiddiq
Ibunda Urwah bin Zubair
Qabishah bin Dzubair menceritakan, “Dahulu aku dan Abu bakar bin Abdurrahman bermajlis dengan Abu Hurairah, namun Urwah mengalahan kita karena ia bermajelis dengan Aisyah, manusia paling alim
 Satu dari empat orang suku Quraisy yang ku dapati ilmunya seluas samudra” kata Imam az-Zuhri tentang gurunya.
Dialah Urwah bin Zubair, lahir pada tahun 23 Hijriah. Beliau merupakan tabi’in
yang luar biasa, ia termasuk salah satu dari tujuh fuqohaa Madinah yang terkenal keilmuaan, kezhuhudan, dan ketakwaannya dan menjadi penasehat pribadi Umar bin Abdul Aziz tatkala menjabat sebagai gubernur Madinah.
Salah satu kisah ketabahan beliau adalah, saat kakinya akan di amputasi karena sakit kanker yang menjalar di kakinya. Saat itu tabib menyuruhnya untuk meminum khamr supaya tidak kesakitan saat proses amputasi. Namun ia meolak, ia meminta para tabib melakukan proses amputasi saat ia sedang shalat. Sedangkan Urwah diam dan tidak merintih. Subhanallah itulah kekuatan khusyu’ dalam shalat. Namun ujian dari Allah tak cukup sampai di situ, di riwatkan bahwa pada malam proses amputasi, Muhammad, putranya terjatuh dan meninggal. Maha besar Allah Yang menguji keimanan hambaNya yang shaleh. Malam itu beliau kehilangan kakinya dan salah satu anaknya.
Dan pertanyaannya adalah, dari mana beliau mewarisi sifat-sifat mulia itu, kecerdasan dan kepandaian. Siapa yang mendidiknya dan menanamkan akhlaq-akhlaq mulia tersebut.
وراء كل رجل عظيم أمرآة عظيمة 
“Di balik pria yang agung, ada wanita agung di belakangnya”
Maka lihatlah ibunya, Asma’ binti Abu Bakar Ash-Shiddiq. Istri dari Zubair bin Awwam ini menempati urutan kedelapan belas dalam urutan orang-orang yang mula-mula masuk Islam.
Beliau adalah wanita yang dermawan dan  penyantun, diriwatkan bahwa ketika itu Rasulullah SAW beranjak dari Makkah, ayahnya Abu Bakar membawa seluruh hartanya yang berjumlah lima ribu dan enam ribu dirham. Kemudian kakeknya Quhafa’ sedang ia buta datang seraya berkata “sepertinya ini akan menyusahkan kalian dengan membawa seluruh harta”, kemudian Asma’ menjawab “tidak kek, ayah telah meninggalkan harta yang banyak untuk kami”, kemudian Asma meletakkan batu-batu di tempat Abu Bakar meletakkan uang, kemudian menutupnya dengan selembar kain, dan dipeganggnya tangan kakek, kemudian diletakkannya di atas kain tersebut. Padahal demi Allah, ayahnya tidak meniggalkan uang sepeserpun. Zubair bin awwam mengatakan “aku tidak pernah melihat wanita yang lebih penyantun dari Aisyah dan Asma’, namun sifat mereka sedikit berbeda. Kalau Aisyah, maka ia mengumpulkan uangnya sedikit demi sedikit, baru setelah terkumpul ia bagi-bagikan. Sedang Asma’ tak pernah menyimpan sesuatu untuk esok”.
Asma’ menikah dengan Zubair bin Awwam, di riwayatkan bahwa saat menikahi Asma’, Zubair tidak memiliki apapun, kecuali seekor kuda. Setiap hari Asma’ memberinya makan, menumbuk biji kurma dan mengambil air di sendang, dengan penuh kesabaran serta ketaan kepada suami.
Beliau di juluki sebagai Dzatu an-Nithaqain atau wanita yang mempunyai dua ikat pinggang, sejak ia membantu Rasulullah dan sahabatnya membawakan bungkusan makanan saat kembali dari gua Tsur, karena tidak mendapati tali maka ia melepaskan ikat pinggangnya, kemudian menyobeknya menjadi dua, yang satu dijadikan ikat makanan kepada unta, dan yang lainya di ikatkan pada pinggangnya. Asma’ pernah menasihati putranya, Abdullah bin Zubair “wahai putra ku hiduplah sebagai orang yang mulia dan gugurlah sebagi orang yang mulia pula …” Abullah bin Zubair akhirnya gugur dalam peperangan.
Asma’ binti Abu Bakar, seorang ibu, istri dan anak perempuan yang layak menjadi suri tauladan bagi wanita muslimah dalam ketebahannya, kesetiaannya, serta kepandaiannya dalam mendidik anak-anaknya sehingga lahir pejuang-pejuang Islam yang luar biasa. Dikatakan dalam syair
الأُمُّ مَدْرَسَةٌ إِذَا أَعْدَدْتَهَا    أَعْدَدْتَ شَعْبًا طَيِّبَ الأَعْرَاقِ ...
Ibu adalah sekolah, jika kau siapkan ia dengan baik
Maka kau telah menyiapkan generasi harapan …
Ibu yang berakhlaq baik akan melahirkan keturunan yanag berakhlaq baik pula, demikian sebaliknya. Maka bagi wanita, perbaikilah akhlaqmu, maka kau akan memperbaiki akhlaq bangsa ini.
Sumber : Usulu Tarbiayah wa Ta’limjilid 2, Ibunda para Ulama, Majalah Cakrawala GP1, Menjadi Wanita Paling Bahagia.

Sunday, February 24, 2013

Gravart

 - selasa 12 Februari 2013, telah kembali ke rumahNya teman kami ... entahlah, mungkin sang Pemilik jagad ini teramat menyayangimu, hingga kau di ambil begitu cepat.
dan disini saya merangkum hampir semua yang bisa saya bungkus, ungkapan teman-teman Gravart






















Friday, January 11, 2013

hidup ini harus di sykuri

setiap orang punya kehidupannya masing masing, keluarganya masing masing, lingkungnnya masing masing, masalahnya msing masing, pendapatnya msing masing, termasuk cara mereka masing masing dalam menyambung nyawa. Ada yang berpijak pada kebentungan ada yang sebaliknya, tapi keduanya menyempurnakan satu sama lain.
Entah apa yang terjadi, jika kehidupan ini hanya di penuhi dengan orang-orang yang berbalut keberuntungan ..... dan begitu pun sebalikknya,
bagi yang tak beruntung, bekerja keras lah, dan bagi yang beruntung, bersedekahlah ... dan satu kesamaan yang harus keduanya lakukan "bersyukur" ....

#hidup ini harus di syukuri, sesimple apapun

Friday, December 14, 2012



13 12 12



Adalah rindu yang terpuruk dalam hujan
Pertautan jarak dan rasa yang terbalut senja,
Aku menamainya dengan jemari rindu yang mendekapku
Ingin aku cabik jarak dan menusuk bulan, hingga rindu tak lagi berhutang
Tusuk saja nadiku dari masa lalu, biarkan aku terbangun
Menelan lupa … itu yang aku inginkan
Entahlah … mangapa malam senantiasa menuangkan senjamu dalam mimpi
Hingga lupa enggan mengakar keras
Siapa sebenarnya dirimu ?
Ataukah ada apa dengan diriku ?

seikat rindu

Aku tak mengerti tentang selarik kata
Setidaknya angin tak sedemikian kencang berlari menggenggam rindu
Sebuah senyuman yang larut dalam pekatnya tatapan rembulan, ingin aku bercerita
Bulan …
Hari ini langit hanya menjamu gerimis
Seperti jemari-jemari gerimis yang menyentuh angin lekat
Tatapanku memelukmu
Mungkin, hujanlah yang akan terjaga mala mini
Bisakah aku menitipkan seikat rindu ?

Sunday, December 9, 2012

menyimpannya?

yaa ... mungkin saya akan kehilangan teman terbaik saya, tapi saya tak akan pernah kehilangan kenangan,
saya bungkus rapih bersama rindu dan nyanyian ... semoga tak lekas lusuh



kalian tau ...
saan saya membukanya, berjuta rindu dan kenangan melesat dan berebut mengalir dalam benak, entah saya bingung menapakinya

dan entahlah ...
untuk apa saya menyimpannya rapih, bukankah kerinduan itu membusuk dan masanya sudah tak berlaku lagi. benak menggelang "tidak, tetap letakkan ia dalam dekapanku...aku akan membawanya dalam setiap mimpimu"

dan terimaksih untuk setiap mimpi

sepotong kata



Nabila :
Entahlah … apa saya akan gila ?
Saat segala hal ini saya rajut pekat untuk bagaimana saya, dan menetapkannya terus dan terus, apa hanya untuk ini saya hidup …dan bodohnya, saya tak mengerti apa ini seutuhnya. Enta saya bingung dengan diri saya sendiri, saya seperti hilang … sampai kapan saya harus begini. Entah oleh apa saya begini.
Apa yang harus saya lakukan ? is there someone can help me ??

Saya seperti tidak dapat menemukan diri saya, terbalut awan dan samar. Entahlah … entahlah … entahlah …apa saya terlalu jauh dariNya? Sungguh saya ingin kembali kepada diri saya yang lama;merindukanNya berlarut. Pertautan segala hal yang membingungkan, yaa saya ingin menangis sejadi jadinya …

 Imara :
Entahlah … entahlah … entahlah …
Kawan, dengan jujur kukatakan padamu, bahkan aku sendiri belum sepenuhnya paham apa yang sedang kau rasakan, sesuatu yang juga kurasakan, dan kita sama sama mencoba mengobatai dalam sebuah keadaan bernama kesendirian.
Hanya saja ingin aku sampaikan, bahwa kau tak sendiri, sungguh! Di luar sana, berjuta hati tengah lemah dan rapuh, berjuta tangan masih terus menengadah memohon hidayah dan istiqomah, berjuta kaki masih trus melangkah meniti jembatan menuju taufiq.
Dulu … mungkin kit mendapatkan hidayah itu secara otomatis, ketenangan hati datang begitu saja, mungkin ini saatnya kita mencari bersusah payah. Agar esok kita tak lagi menyianyiakan hidayah itu, karena telah kita rasa. Betapa malangnya hamba tanpa hidayah dan ketenangan di hatinya. Wasta’inu bis shabri was shalah, don’t despare and never loose hope, Allah tak pernah siakan hambaNya yang setia. #bersyukurlah kita msih di beri kepekaan hati 

#terimaksih untuk teman saya yang satu ini ...  selalu memberi  solusi yang benar benar mengagumkan, selalu mengingatkan tentang hal hal yang terlupa ...
© We Learn We Share 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis